"Kami sudah laporkan ke polisi. Namun kami tidak bisa membukanya di sini. Jumlahnya 20-30 orang," ujar Ketua KSPSI Sjukur Sarto dalam jumpa pers di kantor DPP KSPSI, Jl Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2006).
Indikasi adanya penyusup diketahui berdasarkan atribut yang mereka gunakan berbeda dengan atribut yang digunakan massa KSPSI. Atribut massa KSPSI adalah berpita putih, biru, dan kuning. Semuanya bertuliskan SPSI.
Massa di luar KSPSI itu mengenakan atribut pita merah di lengan.
Bahkan sebelumnya pada pagi harinya Sjukur Sarto menemukan adanya poster-poster yang bertuliskan "Turun SBY-JK" dan beratasnamakan Panitia Pembentukan Pemerintahan Baru.
"Di lapangan ada poster 'Turun SBY-JK'. Itu dipasang 2 Mei malam. Lalu pagi-pagi 3 Mei kami temukan dan kami cabut. Kata polisi tidak ada izinnya. Namun kata Satpam DPR ada izin, tapi tetap kami cabut," terang Sjukur.
Dia menegaskan segala atribut "Turun SBY-JK" itu bukanlah bagian dari isu yang diusung oleh KSPSI dalam aksinya pada 3 Mei silam. KSPSI tidak memiliki tendensi ke arah itu. "Kita hanya khusus menolak revisi UUK 13/2003," tegas dia
Sumber Berita : DETIKFOOD